Profil Mitra II Kelompok Nelayan Pasie Nan Tigo

6 oktober 2020

Nelayan Pasie Nan Tigo

  • Posted By : Admin
  • |
  • Time : 11.30 am

Mitra ke dua adalah kelompok nelayan Pasie Nan Tigo. Nelayan di Pasie Nan Tigo umumnya adalah terdiri dari nelayan tradisional (nelayan pukat tepi, nelayan payang, nelyan pancing), hanya beberapa orang saja nelayan bagan (pemilik kapal dan bagan). Perekonomian mereka sangat tergantung cuaca, bila hari baik maka hasil tangkapan

Penikmat kuliner “lauk pukek” Pasie Nan Tigo berasal dari dalam kota Padang maupun luar daerah bahkan luar Provinsi Sumatera Barat. Biasanya RM “lauak pukek” dibuka pada jam 10.00 – 16.00 setiap harinya. Sambil menikmati kuliner “lauak pukek” pengunjung dapat menikmati suasana pantai yang sangat menawan serta dapat melihat aktivitas nelayan.

Mau tidak mau hasil tangkapan nalayan Pasie Nan Tigo di keringkan secara tradisional yaitu dikeringkan dengan menggunakan cahaya mata hari. Namun masalah timbul ketika hari buruk sehingga tidak ada panas matahari terik yang menyebabkan buruknya kualitas ikan kering. Hal ini menyebabkan harga jual ikan kering merosot tajam.

Selain itu daya beli rumah makan “lauak pukek” yang selama ini membeli hasil tangkapan nelayan, juga menurun karena pengunjung berkurang hingga 40-50 % dibanding hari sebelum wabah C-19. Sehingga nelayan Pasie Nan Tigo yang miskin semakin miskin. Jika di jual kepasar daya beli masyarakatpun menurun sehingga penghasilan/pendapatan nelayan yang selama ini sudah rendah semakin parah.